Jumat, 07 September 2012

Pelantikan Eselon III dan IV dilinngkungan Kanwil Kemenag Kalbar


22.51 |



Mutasi dan promosi adalah suatu hal yang sangat wajar dalam organisasi modern, oleh sebab itu harus dimaknai sebagai suatu penugasan dalam rangka memberikan penyegaran dan menempatkan Sumber Daya Manusia sesuai dengan kebutuhan organisasi, sedangkan jabatan adalah sebuah penghargaan, kepercayaan, dan amanah yang harus dilaksanakan sebaik mungkin dan membawa konsekuensi tanggung jawab yang harus dipikul baik terhadap, masyarakat, bangsa, negara dan Allah SWT.
Oleh karena itu, aparat Kementerian Agama dituntut mempunyai cakrawala dan wawasan yang luas serta maju dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya terhadap masalah pelayanan dan kehidupan umat beragama.

Dalam rangka meningkatkan kinerja dan pelayanan aparat dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, maka pada hari selasa, 4 September 2012 pukul 09.00 Wib, Ka.Kanwil Kemenag Kalbar, H.M. Husain D Mahmud melantik 1 (satu) orang pejabat eselon III dan 4 (empat) orang pejabat eselon IV dilingkungan Kanwil Kemenag Prov. Kalbar yang dilaksanakan di aula Kanwil Kemenag Kalbar. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Bidang dan Pembimas dilingkungan Kanwil Kemenag Kalbar dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kota se-Kalimantan Barat sebagai pejabat eselon III dan seluruh pejabat eselon IV dilingkungan Kanwil Kemenag Kalbar.
Pejabat eselon III yang dilantik adalah H. Wildan, S.HI, Nip. 196210111984011001 Penata Tk.I (III/d) dari jabatan sebagai Kepala Subbagian Organisasi Tatalaksana dan Kepegawaian pada Kantor Wilayah Kementerian agama Provinsi Kalimantan Barat, selanjutnya dipindahkan dan diangkat menjadi Kepala Bidang Pekapontren pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat.
Adapun 4 pejabat eselon IV yang dilantik adalah 1). Drs. H. Tambihul Abdi, jabatan sebelumnya sebagai Kasi Penyuluh Haji dan Umrah Bidang Haji, Zakat dan Waqaf menjadi Kepala Seksi Kepenghuluan Bidang Urusan Agama Kanwil Kemenag kalbar; 2). Syakirin, S.HI, M.Ap jabatan sebelumnya sebagai KasubagTata Usaha Kan.Kemenag Kubu Raya menjadi Kepala Sub. Bagian Ortala dan Kepegawaian Kanwil Kemenag Prov.Kalbar; 3). Drs. H. Abdul Azis AL. Jabatan sebelumnya Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak menjadi Kasi Penyuluh Haji dan Umrah Bidang Haji, Zakat dan Waqaf Kanwil Kemenag Kalbar; 4). Kariyawati, jabatan sebelumya sebagai Pelaksana Bidang Pekapontren diangkat menjadi Kasi Pengembangan Santri Bidang Pekapontren Kanwil Kemenag Kalbar.
Dalam penanda tangana berita acara serah terima jabatan disaksikan oleh dua orang saksi yaitu Kepala Bagian Tata Usaha, Drs. H. Mustolih, M.Si dan Drs. H. Ridwansyah, M.Si. sedangkan yang bertugas sebagai pengukuhan sumpah jabatan oleh H. Rahmatullah, S.IP.
Sebelum acara pelantikan berakhir, Ka.Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, H.M. Husain D Mahmud memberikan sambutan sekaligus arahan kepada pejabat yang dilantik dan seluruh undangan yang hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya Husain berpesan agar pejabat yang dilantik senantiasa mempelajari aturan-aturan hukum, terutama yang berkaitan dengan produk-produk hukum Kementerian Agama, membekali dan meningkatkan pemahaman terhadap tugas dan fungsi serta visi dan misi organisasi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja ke arah yang lebih baik, melakukan konsolidasi, akselerasi, dan harmonisasi dalam rangka membentuk dan mewujudkan soliditas organisasi, dan menghidupkan suasana kerja yang penuh dengan kekeluargaan yang didasari pandangan dan pemikiran yang berbasis pada akhlaqul karimah.
Selain itu beliau juga berharap agar pejabat Kementerian Agama lebih meningkatkan kinerja seoptimal mungkin, memperteguh komitmen, dedikasi dan profesionalisme terhadap tugas sesuai dengan aturan serta meningkatkan kerja sama yang baik diantara sesama pejabat dan staf. Dalam membangun sistem kerja dan mekanisme kerja, yang paling penting adalah membangun komunikasi secara horizontal dan vertikal. Jika kita tidak bisa membangun komunikasi tersebut, maka besar kemungkinan kita mengalami kegagalan dalam bekerja atau paling tidak pekerjaan kita dianggap tidak bisa optimal.


You Might Also Like :


0 komentar:

Poskan Komentar