Kamis, 10 Mei 2012

SOP Pelayanan Wakaf


11.48 |


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) WAKAF
KUA KECAMATAN RASAU JAYA


I.   Berkas Yang Harus Disiapkan Oleh Pemohon Ikrar Wakaf :
1.      Foto Copy KK & KTP Wakif 5 lembar,
2.      Foto Copy KTP Nadzir (yang mendapat amanah untuk mengelola wakaf) 5 lembar dan menunjukkan SK Nadzir dari KUA,
3.      Foto Copy KTP 2 orang Saksi 5 lembar,
4.      Foto Copy Bukti Kepemilikan Harta/Tanah (Sertifikat/Akta jual beli/Petok D) yang akan diwakafkan 5 lembar,
5.      Surat Keterangan Kepemilikan Harta/Tanah Tidak Dalam Sengketa dari Kelurahan/Desa dan mengisi Formulir Model W.K 4 lembar,
6.      Menyediakan Materai Rp. 6000,- 6 lembar,
7.      Peruntukkan Harta/Tanah Wakaf (produktif. bangunan tempat ibadah Masjid/Musholla, pendidikan Madrasah/Sekolah, dsb.),
8.      Wakif, Nadzir dan 2 Saksi harus hadir di KUA di depan PPAIW Ketika pelaksanaan ikrar wakaf.
II. Untuk Status Tanah yang sudah bersertifikat
Prosedur dan Persyaratan pembuatan akta ikrar wakaf
1.      Pemohon datang ke KUA dengan menunjukkan :
2.      Sertifikat hak atas tanah yang telah dicek keasliannya oleh BPN
3.      Surat keterangan dari desa bahwa tanah tidak dalam sengketa yang diketahui oleh camat
4.      Surat keterangan pendaftaran tanah (SKPT) dari BPN
5.      Wakif menghadap langsung ke PPAIW (Kepala KUA) Wakif menghadap langsung ke PPAIW (Kepala KUA), untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dan penerimaan model W untuk di isi dengan benar.
6.      PPAIW meneliti Nadzir kemudian menebitkan surat pengesahan nadzir (Model  W5 dan W5a)
7.      Pemohon melengkapi seluruh berkas sebagaimana point A.
8.      Sesuai dengan waktu yang telah disepakati Wakif mengikrarkan wakafnya dihadapan PPAIW, nadzir dan dua orang saksi di KUA.
9.      PPAIW Menerbitkan akta ikrar wakaf
II. Status tanah yangg belum bersertifikat
Persyaratan pembuatan akta ikrar wakaf
Pemohon datang ke KUA dengan menunjukkan :
1.      Surat-surat kepemilikan tanah
2.      Surat keterangan dari desa bahwa tanah tidak dalam sengketa yang diketahui oleh camat.
3.      Surat keterangan dari BPN setempat yang menyatakan bahwa hak atas tanah tersebut belum mempunyai sertifikat.
4.      Surat pengukuran batas tanah wakaf dari BPN
5.      Wakif menghadap langsung ke PPAIW (Kepala KUA) untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dan penerimaan model W untuk di isi dengan benar.
6.      PPAIW meneliti Nadzir kemudian menebitkan surat pengesahan nadzir (Model  W5 dan W5a)
7.      Pemohon melengkapi seluruh berkas sebagaimana point A.
8.      Sesuai dengan waktu yang telah disepakati Wakif mengikrarkan wakafnya dihadapan PPAIW, nadzir dan dua orang saksi di KUA PPAIW Menerbitkan akta ikrar wakaf rangkap 3
9.      Status Tanah yang Belum bersertifikat


You Might Also Like :


0 komentar:

Poskan Komentar